Belajar Langsung dari Praktisi, Mahasiswa STIKES Al-Maarif Magang di Labkesmas Baturaja

Loka Labkesmas Baturaja menerima mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat STIKES Al-Maarif Baturaja untuk melaksanakan praktik Mata Kuliah Manajemen Pengendalian Vektor pada 2–4 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang entomologi kesehatan serta pengendalian vektor penyakit.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Kepala Loka Labkesmas Baturaja, Anif Budiyanto, SKM., M.Epid, beserta dosen pendamping dan mahasiswa peserta praktik. Dalam sambutannya, Anif Budiyanto menyampaikan harapannya agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama praktik dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa saat memasuki dunia kerja.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Saat praktik jangan hanya menjadi penonton, tetapi ikut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan. Banyak materi dan praktik yang dapat dipelajari di Labkesmas Baturaja. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membuka ide-ide penelitian maupun skripsi yang dapat dikembangkan di masa mendatang,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa Labkesmas Baturaja merupakan satu-satunya laboratorium kesehatan masyarakat di Sumatera Selatan yang memiliki layanan dan kegiatan khusus di bidang pengendalian vektor, khususnya nyamuk sebagai vektor penyakit.

Sementara itu, dosen pendamping STIKES Al-Maarif Baturaja, Fera Meliyanti, SKM., M.Kes, menyampaikan apresiasi kepada Labkesmas Baturaja yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Anif Budiyanto dan Bapak Irpan Pahlepi yang telah menjembatani terlaksananya kegiatan ini. Kesempatan praktik di Labkesmas Baturaja merupakan salah satu cita-cita yang akhirnya dapat terwujud. Kepada para mahasiswa, jangan sia-siakan waktu selama tiga hari ini. Ilmu yang diperoleh nantinya dapat diaplikasikan saat bekerja karena saat ini dunia kerja sangat mengutamakan keterampilan dan kemampuan praktis,” ungkapnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa mendapatkan berbagai materi dan praktik yang berkaitan dengan pengendalian vektor penyakit. Materi yang diberikan meliputi morfologi dan anatomi nyamuk, identifikasi nyamuk dewasa dan larva, teknik survei entomologi malaria, survei habitat perkembangbiakan potensial larva Anopheles, pemetaan habitat menggunakan aplikasi GPS Waypoints, teknik survei entomologi demam berdarah dengue (DBD), bionomik vektor, serta uji kerentanan vektor terhadap insektisida.

Selain itu, mahasiswa juga terlibat langsung dalam kegiatan survei DBD di masyarakat, analisis hasil survei, hingga entri data sebagai bagian dari proses pembelajaran yang komprehensif dan aplikatif.

Melalui kegiatan praktik ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan dan keterampilan teknis yang dapat mendukung pelaksanaan tugas profesional di bidang kesehatan masyarakat, khususnya dalam pengendalian vektor dan pencegahan penyakit tular vektor di masa mendatang.(df)