Dari Benalu Jadi Solusi; Penelitian Larvasida Alami Mahasiswi STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Dua mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFI) Bhakti Pertiwi Palembang melaksanakan penelitian di Loka Labkesmas Baturaja pada 23–26 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Instalasi Kesehatan Lingkungan (Kesling), Vektor, dan Binatang Pembawa Penyakit sebagai bagian dari pengembangan inovasi pengendalian vektor berbasis bahan alami.

Mahasiswi pertama, Anggi Yentitori, meneliti aktivitas larvasida ekstrak daun benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) pada larva nyamuk Aedes aegypti instar III dengan sampel dari inang duku, belimbing, dan jambu air. Penelitian ini dilatarbelakangi tingginya kasus DBD serta dampak negatif penggunaan insektisida kimia, seperti pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, dan resistensi nyamuk.

Mahasiswi kedua, Sindy Amelia, meneliti aktivitas larvasida ekstrak etanol daun benalu dari inang alpukat, mengkudu, dan rambutan terhadap larva Aedes aegypti instar III. Penelitian ini menekankan pentingnya pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam pengendalian DBD.

Adapun sampel benalu yang digunakan berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, yaitu dari tanaman inang alpukat di Musi Rawas, mengkudu di Musi Banyuasin, serta rambutan di Musi Banyuasin. Sama seperti penelitian sebelumnya, pengujian dilakukan pada larva nyamuk Aedes aegypti instar III.

Kedua penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan sekaligus membuka peluang pemanfaatan bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sebagai alternatif dalam pengendalian larva nyamuk penyebab DBD.

Melalui kegiatan ini, Loka Labkesmas Baturaja terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penelitian di bidang kesehatan lingkungan serta memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan dalam upaya pengendalian penyakit berbasis vektor.(df)