Lotion Alami dari Kemangi, Potensi Baru Tangkal Nyamuk DBD

Adalah Amelia Safitri, mahasiswi Program Studi S1 Farmasi Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu, melaksanakan penelitian di Loka Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Baturaja yang berjudul “Formulasi dan Uji Daya Tolak Lotion Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Hasil Destilasi Air terhadap Nyamuk Aedes aegypti”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bahan alami sebagai repelan, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Penelitian yang merupakan bagian dari penyusunan skripsi ini mengangkat pemanfaatan daun kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai sumber minyak atsiri yang berpotensi menjadi bahan aktif dalam sediaan lotion antinyamuk. Kandungan senyawa aktif seperti eugenol dalam minyak atsiri tersebut diketahui memiliki potensi sebagai penolak nyamuk alami.

Dalam pelaksanaannya, minyak atsiri diperoleh melalui metode destilasi air, kemudian diformulasikan menjadi sediaan lotion dengan berbagai variasi konsentrasi. Selanjutnya, dilakukan serangkaian pengujian untuk memastikan kualitas dan efektivitas produk, meliputi pengujian fisik seperti, uji organoleptik (warna, bau, dan tekstur), uji homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, selanjutnya pengujian stabilitas sediaan menggunakan sentrifugasi dan dilakukan uji iritasi.

Untuk menguji daya tolak terhadap nyamuk, lotion diaplikasikan pada kulit punggung mencit yang kemudian dimasukkan ke dalam kotak berisi 20 ekor nyamuk Aedes aegypti di laboratorium Loka Labkesmas Baturaja, dengan replikasi sebanyak tiga kali. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi efektif yang mampu memberikan 50% daya tolak (EC50) serta lama waktu perlindungan optimal (ET50). Hasil yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik guna melihat hubungan antara konsentrasi lotion dan durasi efektivitasnya.

Secara umum, penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk menguji efektivitas, tetapi juga untuk mengetahui stabilitas sediaan lotion dengan dilihat adakah pemisahan antara fase minyak dan fase air. Dengan demikian, produk yang dihasilkan diharapkan memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, dan efektivitas sebagai produk kesehatan berbasis bahan alam.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis maupun praktis. Dalam bidang akademik, penelitian ini dapat menjadi referensi tambahan dalam pengembangan ilmu farmasi, khususnya terkait pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif produk kesehatan. Sementara bagi masyarakat, penelitian ini memberikan wawasan bahwa daun kemangi tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi, tetapi juga memiliki potensi sebagai bahan aktif alami dalam produk antinyamuk.

Melalui kegiatan ini, Loka Labkesmas Baturaja terus menunjukkan perannya sebagai wadah pendukung penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan masyarakat, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas penelitian dan inovasi di bidang kesehatan. (df)