Perkuat Sinergi, Loka Labkesmas Baturaja Sampaikan Hasil Surveilans

Dalam rangka mendukung upaya deteksi dini penyakit, pemantauan status kesehatan masyarakat, serta penguatan kesiapsiagaan laboratorium kesehatan dalam menghadapi ancaman penyakit dan kejadian luar biasa, Loka Labkesmas Baturaja telah melaksanakan kegiatan surveilans jentik nyamuk di sekolah-sekolah pada bulan April 2026.

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi Loka Labkesmas Baturaja sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Labkesmas Tier 4 di Regional 3, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan Masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan surveilans, pada Selasa (30/06) pagi, tim Loka Labkesmas Baturaja yang dipimpin oleh Kepala Loka, Anif Budiyanto, SKM., M.Epid., melaksanakan penyampaian laporan hasil dan rekomendasi surveilans jentik nyamuk di sekolah kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Loka Labkesmas Baturaja menyampaikan rangkuman hasil surveilans yang telah dilaksanakan di sekolah-sekolah. Penyampaian hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penguatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, khususnya melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pembentukan tim jumantik cilik di lingkungan sekolah.

Pada kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU, Loka Labkesmas Baturaja menyampaikan pentingnya penguatan kegiatan PSN melalui pembentukan dan pemberdayaan jumantik sekolah atau jumantik madrasah. Berdasarkan informasi dari Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), terdapat 98 lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten OKU. Madrasah-madrasah telah melaksanakan kegiatan kebersihan secara rutin, seperti program Jumat Bersih, meskipun belum secara spesifik berfokus pada pemberantasan sarang nyamuk.

Disampaikan pula bahwa seluruh sekolah memiliki program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan beberapa sekolah telah memiliki program dokter cilik. Program-program tersebut dinilai berpotensi untuk dioptimalkan sebagai wadah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan PSN di lingkungan sekolah. 

Sebagai tindak lanjut, direncanakan pelaksanaan sosialisasi kepada kepala madrasah mengenai hasil surveilans jentik sekolah serta materi pemberantasan sarang nyamuk, termasuk program jumantik sekolah atau jumantik cilik, dengan melibatkan narasumber dari Loka Labkesmas Baturaja. Kemudian, akan disusun surat edaran terkait pelaksanaan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yang terintegrasi dengan kegiatan Jumat Bersih, mendorong pembentukan tim jumantik sekolah, serta menjajaki kerja sama melalui nota kesepahaman antara Kementerian Agama Kabupaten OKU dan Loka Labkesmas Baturaja dalam bidang edukasi PSN, pelaksanaan jumantik sekolah, maupun kegiatan kesehatan lainnya.

Sementara itu, pada pertemuan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil surveilans melalui koordinasi lintas program di lingkungan Dinas Kesehatan, termasuk dengan bidang promosi kesehatan. Dinas Kesehatan juga akan melakukan koordinasi melalui surat kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama guna memperkuat kolaborasi dalam upaya pengendalian penyakit berbasis lingkungan di sekolah.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten OKU akan mendorong puskesmas untuk menindaklanjuti hasil dan rekomendasi surveilans yang telah disampaikan. Adapun bentuk pelaksanaan kegiatan di lapangan akan disesuaikan dengan kebijakan dan kondisi masing-masing puskesmas.

Melalui penyampaian hasil dan rekomendasi surveilans ini, diharapkan dapat terbangun kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan aman. (df/ms)