Loka Labkesmas Baturaja Gelar Monitoring dan Evaluasi Manajemen Risiko Triwulan III Tahun 2026

Dalam upaya memperkuat penerapan manajemen risiko dan meningkatkan kualitas pelayanan, Loka Labkesmas Baturaja melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Manajemen Risiko Triwulan III Tahun Anggaran 2026, pada Selasa (27/10) di Aula Loka Labkesmas Baturaja.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh Kepala Loka Labkesmas Baturaja, para Ketua Tim Kerja, Kepala Instalasi, Ketua Satuan Kepatuhan Internal (SKI), Sekretariat Manajemen Risiko, serta seluruh Penanggung Jawab (PJ), Pelaksana (PI), dan Operator Pengelola Manajemen Risiko di lingkungan Loka Labkesmas Baturaja.

Dalam sambutannya, Kepala Loka Labkesmas Baturaja, Anif Budiyanto, SKM., M.Epid., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk mendiskusikan laporan reviu manajemen risiko tahun 2026 sekaligus mengevaluasi penerapannya pada masing-masing unit kerja.

Beliau menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan proses berkelanjutan untuk mengidentifikasi, menilai, dan menganalisis berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi penyelenggaraan pelayanan, keselamatan pasien, serta mutu dan kualitas laboratorium.

Melalui penerapan manajemen risiko yang baik, setiap unit kerja diharapkan mampu mengenali potensi risiko dalam pelaksanaan tugasnya, menganalisis dampak yang mungkin ditimbulkan, serta menentukan langkah mitigasi yang tepat.

"Saya berharap seluruh tim terus melaksanakan manajemen risiko pada bagian dan kegiatan masing-masing, sehingga potensi risiko dapat diminimalkan dan dampaknya dapat dikendalikan," pesannya.

Adapun pelaksanaan reviu manajemen risiko mencakup empat aspek utama, yaitu kelengkapan dokumen, kecukupan infrastruktur, hasil pelaksanaan manajemen risiko, serta format pemantauan mitigasi risiko. Keempat aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menilai efektivitas penerapan manajemen risiko sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih memerlukan perbaikan.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Loka Labkesmas Baturaja berkomitmen untuk terus memperkuat budaya sadar risiko di seluruh unit kerja sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola organisasi, keselamatan, dan mutu pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat.(df)