Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palembang Perdalam Ilmu Vektor melalui PBL di Labkesmas Baturaja

Loka Labkesmas Baturaja kembali menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswa melalui kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Program Studi D3 Sanitasi, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang. Kegiatan PBL Sesi I ini berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Oktober 2026, dengan fokus pada penguatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang entomologi kesehatan, khususnya vektor penyakit.

Kegiatan diawali dengan pembukaan pada Senin (19/10) di Ruang Kelas A Loka Labkesmas Baturaja. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Program dan Layanan Loka Labkesmas Baturaja, R. Irpan Pahlepi, SKM., M.Si., Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang, Dr. Pitri Noviadi, S.Pd., M.Kes., serta dosen pendamping, Ebagustian Tamzil, S.Kep., Ners., M.Kes.

Mewakili Kepala Loka Labkesmas Baturaja, Anif Budiyanto, SKM., M.Epid., yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan lainnya, R. Irpan Pahlepi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Poltekkes Kemenkes Palembang dalam menjadikan Labkesmas Baturaja sebagai lokasi pembelajaran lapangan.

Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama yang telah terjalin melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua institusi. Melalui PBL, mahasiswa berkesempatan memperoleh pengalaman praktik yang melengkapi pembelajaran di kampus, termasuk kegiatan survei Demam Berdarah Dengue (DBD) di masyarakat serta penangkapan nyamuk pada malam hari.

Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta memperoleh pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi di bidang kesehatan lingkungan.

Selain sebagai tempat pelaksanaan PBL, Loka Labkesmas Baturaja juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk melaksanakan penelitian dalam rangka penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI), dengan memanfaatkan fasilitas dan layanan laboratorium sesuai ketentuan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku. Tak lupa, beliau juga mengingatkan seluruh mahasiswa untuk senantiasa menjaga kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Sementara itu, Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang, Dr. Pitri Noviadi, S.Pd., M.Kes., dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa mengikuti seluruh kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan tetap menikmati proses pembelajaran.

Dr. Pitri menekankan bahwa PBL merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman sekaligus mengasah keterampilan praktis yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di kelas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin menguasai ilmu vektor dan mampu menghubungkan teori dengan penerapannya di lapangan.

Selain mengingatkan pentingnya kedisiplinan waktu, beliau juga berpesan agar mahasiswa menjaga kesehatan dan pola makan sehingga seluruh rangkaian pembelajaran dapat diikuti secara optimal. Beliau berharap tujuan pembelajaran dan kerja sama kedua institusi dapat tercapai dengan baik.

Selama lima hari pelaksanaan PBL, mahasiswa mendapatkan berbagai materi dan praktik yang mencakup bionomik vektor, morfologi dan anatomi nyamuk, identifikasi nyamuk dewasa, uji kerentanan, serta uji bioassay. Mahasiswa juga mengikuti survei habitat potensial perkembangbiakan larva Anopheles, teknik survei entomologi DBD, identifikasi nyamuk hasil penangkapan malam hari, serta survei DBD di masyarakat.

Rangkaian kegiatan turut dilengkapi dengan praktik Indoor Residual Spraying (IRS) dan pembedahan ovarium nyamuk. Perpaduan antara penyampaian teori, praktik laboratorium, dan kegiatan lapangan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami berbagai metode pengamatan, identifikasi, surveilans, serta pengendalian vektor penyakit secara lebih komprehensif.

Melalui kegiatan PBL ini, Loka Labkesmas Baturaja terus mendukung penguatan kompetensi calon tenaga kesehatan lingkungan sekaligus mempererat sinergi dengan institusi pendidikan kesehatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pengendalian penyakit berbasis vektor di masyarakat.(df)